Jelajah Wisata Garut, Pesona Permata Priangan

/ aktivitas, Tamasya, Jawa Barat / lai

Minggu lalu, emak, bapak, dan lentera mendadak pengen jalan-jalan. Kemana yah? Tetep sih pilihannya hutan, gunung, atau pantai. Kebetulan ada keperluan juga ke Kawali, Ciamis. Setelah menimang-nimang rute dan lain-lainnya, akhirnya kami memutuskan pergi ke Garut (agak jauh juga yah sebenernya…tadinya malahan pengen ke Cirebon lagi ke Tomodachi Cirebon Waterland, tapi ternyata sesampainya di Kawali ada tulisan, jalur Cirebon terputus, jadi perjalanan yang biasanya 3 jam dari Kawali bisa jadi 5 jam… urung niat akhirnya pindah ke Garut saja).

Sempet googling tempat-tempat wisata di Garut, kami memulai perjalanan menuju Garut melewati Cibatu karena mau napak tilas kampung halaman Akinya Lentera. Kami juga pengen banget ngajak Lentera ke Kawah Kamojang, buat lihat kawah yang bisa ‘ngajeos’ (red : bunyi) kaya kereta api. Tempat menginap pun dipilih sekitar Kamojang.. kami pilih Kebun Mawar Situhapa Garut Karena keliatannya adem dan belum banyak yang kesana, plus ketidaksanggupan untuk ngongkosin tidur di Kampung Sampireun. Ya, jalan menuju Kamojang ini terdapat banyak hotel-hotel yang keren2, ada Kampung Sampireun, ada Green Kamojang Resort, dll. Booking cukup dilakukan via telp dan boleh bayar pas checkout saja. Yippie dari Kawali kami menjelajah menuju Garut. Dari Kawali Ciamis kami menyusuri jalur Selatan Jabar dan setelah Malangbong, kami belok ke selatan menuju Cibatu. Dari jam 2 siang kami sampai di Garut Kota sekitar jam 5 sore. Ada banyak pilihan makanan terutama jajanan di Garut, terpusat di sekitar area Pengkolan. Jajanan di Garut mungkin tidak ada yang terlalu khas (terutama karena kami orang Bandung ^^), tapi cita rasanya lah yang luar biasa, martabak telur yang tebal, bakso sapi yang daging banget, kena banget lah dilidah. Sejalan dengan perkembangan kota, tempat makan di Garut kini mulai banyak didominasi oleh waralaba dan cita rasa "kota". Beruntung masih ada dorokdok (kerupuk kulit) berlabel "Betul Pusaka" enaknya selalu luar biasa.

front office Kebun Mawar Situhapa

suasana bungalow Kebun Mawar Situhapa malam hari

Perjalanan dilanjutkan ke daerah Samarang (sebuah dataran tinggi di selatan Garut, mirip-mirip Lembangnya Bandung, lengkap dengan cafe dan resto). Kalau mau melihat indahnya Garut, dari sudut Samarang ini di sebelah utara akan terlihat kota kecil dikelilingi pegunungan menjulang lengkap dengan kabut dan awan di puncaknya. Dari Samarang kami masuk Jalan Raya Kamojang dan sampai juga akhirnya di Kebun Mawar Situhapa dalam posisi gelap setelah menyusur jalanan yang kecil da nagak berkelok-kelok. Fiuhhh sampai dan disana belum bisa lihat apa. Disana kami langsung cek-in, dan diantarkan petugas sampai ke bungalow kami. Wahhhhh ternyata bungalownya asik banget. Rumah kayu yang homey banget… bersih dan terawat. Dalemnya sih hotel banget lah, luarnya kerasa banget sosok bangunan yang pas dengan gaya pegunungan. Nangkring-nangkring di luar sambal nge-teh panas dan sepi dan cuman ada suara jangkrik, rasanya gimana gituh yah… ngademin hati loh ternyata. Lepas dari keramaian kota itu emang langsung bikin energi recharged lagi.

bunga disekitar bungalow Kebun Mawar Situhapa bungalow keluarga Kebun Mawar Situhapa

Paginya kami bangun jam 4 pagi Karena ada suara serangga… hehehe tapi bersyukur Karena pas buka pintu udaranya segerrrr banget. Nangkring di balkon sambal ngopi cantik nunggu sunrise dateng. Yang ditunggu datang terlambat, tapi pas cahaya mulai masuk… wahhhh ternyata kebuh mawarnya indahhhhh banget… hamparan rerumputan hijau luas banget di depan bungalow kami. Kebun bunga aneka warna juga cantik banget. Sebelah kanan bungalow kami ada labirin yang bisa dipakai main anak-anak. Sebelah labirin ada kolam ikan penuh teratai. Sejauh mata memandang kebun mawar situhapa dikelilingin sama gunung. Duh asik banget deh pemandangannya. Kami jalan-jalan keliling kebun, liat aneka bunga-bunga cantik. Kami juga main labirin dan seru juga yah ternyata. Sehabis itu kami juga ke arena playground dan lentera manjat rumah pohon, main perosotan, ayunan, balok titian dan ada juga rumah burung. Kami melanjutkan sarapan dan restonya ada di sebelah danau mungil. Duhh seru banget disana dan pengennya gak pulang.

tak cuman bunga, ada juga kaktus di Kebun Mawar Situhapa Kaktu di Kebun Mawar Situhapa

Kebun Mawar Situhapa setiap harinya juga terbuka untuk umum, tidak terbatas untuk tamu penginapan saja. Masyarakat dapat menikmati kebun bunga dengan membayar tiket masuk. Menjelang kami pulang, cukup banyak ternyata orang-orang yang berkunjung ke kebun bunganya, karena memang lokasinya memiliki spot-spot foto yang bagus. Kami sarankan kalau mau berkunjung kesini tanpa menginap, apalagi cuman untuk foto-foto, sebaiknya datang agak pagi, supaya cahaya mataharinya masih enak, kalau terlalu siang, selain suka mendung, matahari yang terik kadang menghilangkan kontras warna-warna alami yang ada di lokasi. Disini juga terdapat toko suvenir, ada macem-macem lah, mulai dari makanan khas Garut, topi, sarung bantal, dan pernak-pernik lainnya.

harga dan jadwal buka Kebun Mawar Situhapa

Jam 11 kami checkout dan melanjutkan perjalanan ke Kawah Kamojang. Terakhir emak kesana sih kayanya SMA, dulu sih belum rame. Tapi sekarang sudah lebih ramai, ada fasilitas gazebo, lapangan parkir, dan ternyata PLTU nya keliatannya sudah lebih canggih. Ada pabrik besar dan pipa-pipa uap yang besar-besar. Buat lentera mah pemandangan pipa-pipa ini seru banget katanya… Lentera lagi suka banget sama Mario bros dan apapun yang terkait sama bumi. Di kawah kamojang ada beberapa spot kawah, ada kawah kereta api (Karena bisa bunyi kaya kereta), kawah burung (Karena banyak burung suka bertengger disitu), ada juga kawah hujan (Karena keluar cipratan air dari sela-sela bebatuannya). Disana bisa istirahat di saung, botram sambil nikmatin sejuknya udara pegunungan Garut.

seorang kakek penjaga kawah kereta api kamojang pemandangan salah satu kawah di kamojang

Perjalanan di Kamojang lumayan untuk menjelaskan pada Lentera bagaimana panas bumi dapat dimanfaatkan menjadi listrik, bagaimana panas bumi memutarkan turbin yang akhirnya bisa membuat lampu menyala. Pipa-pipa industri di tengah-tengah hutan adalah pemandangan yang menakjubkan! Kalau bapak malah inget sama mako energi di FF VII ^^. Terlepas dari Instalasi Indonesia Power, hutan Kamojang sendiri sangatlah indah, jika biasanya jalan-jalan ke hutan milik perhutani atau PTPN yang keragaman vegetasinya sangat terbatas, di Kamojang ini, hutannya lebih asli. Hutan asli nan ramah pengunjung, karena tidak perlu susah-susah hiking :D. Uap panas bumi di sela-sela pepohonan dan kawah-kawah kecil, menjadi pemandangan yang khas, yang jarang ditemukan di tempat lain. Semoga eksplotasi atas nama energi dan pariwisata tak serta merta menghapus keindahan ini.

uap di kawah hujan kamojang pemandangan uap tebal di tengah hutan kamojang pipa panas bumi diantara pepohonan kamojang

Perjalanan pulang kami teruskan lewat jalur Kamojang – Majalaya – Sapan – Gedebage – Ujung Berung. Butuh waktu 3 jam dengan kondisi jalan sebagian kecilnya ada yang jelek (terutama di daerah Sapan) dan sebagian besarnya bagus (Majalaya jalur baru dan ada jalur jembatan baru). Ahhh senangnya bisa menjelajah lagi bersama. Semoga ada kesempatan lagi jalan-jalan menjelajah seputar Jawa Barat. Ada usulan daerah Jawa Barat mana yang bisa kami kumjungi? yuk sumbang saran di kotak komentar.

Have a nice weekend dan selamat menjelajah bersama keluarga!

Kami Menggunakan Disqus untuk Fasilitas Komentar

Mari diskusi!

Blog Comments powered by Disqus.