Ch1. Starter Kit untuk Bermain Cat Air

/ cat air, tutorial, tools / lai

Bermain-main dengan cat air sangatlah menyenangkan. Cat air bisa menghasilkan beragam tekstur, gradasi, bahkan kita bisa bebas memainkan campuran warna dengan beragam teknik. Sebagai pemula banget banget, si emak sempat khawatir menggunakan cat air, terpikirnya tidak bisa dihapus, susah kontrol kuas, atau susah kontrol warnanya juga. Beda dengan menggunakan pensil warna. Tapi setelah mencobanya…bikin ketagihan deh. Lumayan punya hobi yang konsisten. Nah…sebagai pemula, ada beberapa perlengkapan dasar yang emak siapkan. Tidak perlu diperoleh sekaligus, bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Sebagian besar perlengkapan ini hasil ‘kokoreh’ (ngubek-ngubek) barang-barang lama sejak sma.

1. Watercolor Paper

Kertas untuk menggambar dengan cat air memang punya karakteristik yang khas, lebih tebal dan bertekstur dibanding kertas gambar sketsa yang biasa. Biasanya diukur dari ketebalannya ada yang 100 gms, 200 gms, atau 300 gms. Merknya juga beragam banget, dari penelusuran sih ada coatman, winsor, atau canson. Si emak sih pakai kertas gambar biasa merk Kiky waktu awal latihan gambar, dan hasilnya baik-baik ajah sih cuman susah keringnya karena kurang menyerap. Setelah itu coba merk canson dan paling suka dengan kertas 300 gms nya. Beberapa karya yang pernah dibuat bisa dilihat di akun instagram @lailamlentera.

2. Cat air

Cat air biasanya ada yang berbentuk kering (pan) dan ada yang berbentuk pasta (tube). Emak latihan awalnya pakai pentel yang pasta, ini simpenan dari Jaman SMA yang gak habis-habis (abaikan photo yang tutupnya udah pada ilang..ehehe) dan emang cuman punya ini. Lalu tertarik juga beli Koi Watercolor yang pocket untuk memudahkan kalau dibawa-bawa. Alhamdulillah ada yang kasih juga, jadi bisa coba yang kering. Dua-duanya asik kok, tergantung kebutuhan. Kalau media gambarnya luas, lebih enak pakai yang pasta jadi campurannya bisa banyak. Kalau medianya kecil-kecil enak pakai yang pocket.

cat air

3. Kuas

Kuas juga merk dan harganya variatif banget. Dari ukuran nol sampai yang 10 atau ada juga yang lebih besar lagi. Ada juga yang rounded atau flat. Kalau emak sih ngerasa lebih kepake yang nomor 1, 4, dan 8 round brush merk lyra juga cukup kok. Merk winsor muahaalll banget kalau buat emak. Oia, kalau beli koi watercolor pocket itu udah sepaket sama brush, uniknya brushnya adalah waterbrush, jadi diisi air ke tube nya dan airnya mengalir terus perlahan, jadi enaknya lama-lama lukisannya gradasi lebih terang. Plus lebih nyaman kalau dibawa-bawa karena gak harus nyiapin air untuk cuci kuas, tinggal pencet tube kuasnya bersih. Asieknya lagi waterbrush ini kalau dipegang ukurannya kaya spidol, jadi lebih nyaman pakainya gak se kaku kalau pakai kuas biasa.

4. Pensil

Pensil sih sesuai selera ajah, bisa pakai mekanik, sketsa, atau yang biasa. Pakainya yang tipis ajah HB. Kalau emak lebih nyamannya pakai mekanik 0.7 dan musti berkaret…hehehe. Suka agak gemeter dan keringetan kalau gambar yang kecil-kecil.

pensil warna

5. Penghapus

Setelah browsing ternyata penghapus juga macem-macem yah ada yang biasa, mekanik, atau yang bisa dibentuk sesuai kebutuhan. Hehehe…emak sih tahunya penghapus yang enak tuh cuman merk boxy yang item itu loh yang disimpen dari sejak Jaman UMPTN. Penghapus andelan banget…biar warnanya item tapi hasil hapusannya kinclong.

6. Optional

Drawing pen biasanya digunakan untuk kebutuhan outline gambar, cukup punya 0.2 dan 0.4 juga udah bisa kepake banget. Pensil warna juga bisa kita pakai untuk kasih detil-detil yang susah pakai cat air. ini stok pensil warna sejak jaman kuliah..awet banget.

Kalau butuh rekomendasi tempat belanja art supplies di bandung :

  1. Balubur Town Square (Baltos) – Jalan Tamansari
  2. Toko Hidayat – Jl Sulanjana 36
  3. Toko Tidar – Jl Sabang 69-71

Atau online store yang paling reliable di instagram :

  1. @craftic.id
  2. @arlinx_store

Oke…segitu dulu perkenalan dengan perlengkapan bermain dengan cat air. Nanti bisa kita lanjutkan ke teknik-teknik sederhana yah…see you dan selamat berkarya !

Rekoleksi Memori bersama Google Maps

Mari diskusi!

Blog Comments powered by Disqus.