Jelajah Santai Pantai Jabar Selatan: Pulang

/ tamasya, aktivitas, jawa barat, pantai / lai

Senin, 21.12.2015

Jam 12 siang kami checkout dari Yokima Resort…rasanya gimana yah…hari senin dan mau pulang lagi ke bandung itu rasanya berat banget…yah buat emak, Bapak, dan lentera. Kami bertiga rasanya gak mau pulang masih pengen terus nginep disini, apalagi liat lentera yang nikmatin banget suasana dan main di pantai buat emak sih sesuatu banget, soalnya emak juga lebih doyan ‘mantai’ daripada ‘menghutan’ atau ‘menggunung’ sebetulnya. Masih rindu main di pantai, baru juga mobil jalan beberapa km, kami pun memutuskan untuk melihat 2 pantai lagi di sekitar jalur pulang. Oia, jalur pulang kami lewat kembali ke Leweung Sancang, lalu ke daerah Pamengpeuk, dan melaju ke Garut Kota yang juga gak kalah menarik dari Garut Selatan.

Pantai pertama yang kami lewati adalah Pantai Cijeruk Indah. Katanya sih pantai ini masih perawan, belum banyak dikunjungi, dan memang bukan merupakan komoditas pariwisata. Dari gerbang menuju pantai jalurnya tanah merah kering, dan tidak disediakan tempat parkir. Pas sampai pantai lentera tertidur di mobil jadi kami cuman liat-liat sebentar. Katanya sih disana bisa naik perahu, tapi kami tidak mencoba.

Setelah lihat-llihat sebentar, kami lanjutkan perjalanan ke pantai berikutnya. Ketemulah sama Pantai Karang Paranje. Untuk masuk ke pantai ini, kami harus parkir di lapangan bola sekitar rumah warga. Lalu menyeberangi sungai dan serunya kita menyusuri muara sungai sampai terlihat karang mengelilingi pantai. Mungkin itu sebabnya disebut Karang Paranje yang kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berarti dikelilingi karang.

Berbeda dengan pantai lainnya yang pernah kami kunjungi, pantai ini ombaknya super besar, suara deburan ombak memecah karang indah banget. Kita bisa naik ke atas kerang menikmati laut dan ombak. Disini ada yang menikmati pantai dengan cara menyebrang sungai ke atas puncak karang dan duduk-duduk di gazebo menikmati sunset, atau ada juga duduk di ujung karang dan memancing, atau anak-anak yang seru memandikan kerbaunya di muara sungai.

Pemandangan yang beda dengan jelajah sebelumnya, suasana yang beda tapi pasti bakalan menarik banget untuk dinikmati sampai akhir sunset. Sayang waktu itu udah gerimis dan awan juga sangat hitam. Sementara kami juga harus segera pulang karena jalur pulang juga lumayan masih jauh.

Puas menikmati pantai Karang Paranje, kami bergegas pulang. Di perjalanan kami mampir di warung nasi di Pamengpeuk dan makan nasi (4 porsi yang bisa untuk 6 porsi), pais ayam, pais ati ampela, gule ceker ayam, 2 telor asin, sambel, habisnya Rp 120.000. Makan di saung di sisi jalan yang menghadap ke hamparan sawah itu bikin kita minta nambah nasi terus…hehehehe. Dari sini perjalanan dilanjutkan menuju Kota Garut via Gunung Gelap.

Gunung Gelap ini termasuk daerah yang terkenal dengan keindahan alamnya di Garut dan hutannya masih belum terjamah. Dari cerita kuno sunda, Gunung ini disebut Gunung Gelap karena pada jaman dulu Gunung ini adalah tempatnya para Jawara bertarung, dan ketika para jawara bertarung terjadi badai petir (petir dalam Bahasa sunda adalah Gelap). Ketika masuk wilayah ini memang gelap, berkabut, dan penuh dengan pepohonan. Konon katanya lewat jalur sini gak boleh sendirian, karena banyak begal. Apalagi kalau lewatnya lebih dari jam 5 sore sudah banyak kabut dan jarak pandang pun akan sangat terbatas. Tapi lagi-lagi pemandangan disini tidak ada habisnya. Sekali menyusuri jalur ini kami terkagum-kagum dengan ciptaan-Nya, mungkin ini yang Pak M.A.W Brower katakan tentang

“Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan Sedang Tersenyum”

-M.A.W. Brower

Kutipan beliau pas banget dengan suguhan pemandangan alam yang kami lihat. Satu kali melihat, kami bisa langsung menikmati landscape laut, sawah, hutan, hamparan kebun teh, gunung, curug, semua ada. Emak sampai gak bisa menjelaskan indahnya. Luar biasa deh pokoknya…kabut tipis dan dinginnya garut pun semakin menambah eksotisme perjalanan kami.

Lepas dari Gunung Gelap kami melewati wilayah Samarang Garut. Wilayah ini terkenal dengan wisata Kawah Kamojang garut, Kebun Mawar, Resort dan Outbond. Lewat sini mengingatkan pada Lembang, dengan cuaca dingin dan lanskap pegunungannya. Setelah Samarang kami masuk jalan Garut Kota kami mampir di toko oleh-oleh, pasti dong beli dodol garut ‘Piknik’ dan kerupuk dorokdok ‘Betul Pusaka’.

Nah ini jalur pulangnya kami sampai bandung.

Alhamdulillah kami sampai rumah jam 7 malam. Tujuh jam perjalanan dari Cipatujah sampai Bandung. Pengalaman yang super seru kami nikmati bersama. Jalur yang juga luar biasa indah dan Pantai yang menggoda kami untuk terus dijelajah. Terimakasih bapak alam untuk kesempatan jelajah serunya. Terimakasih Lentera mau main sama emak dan bapak, jadi anak pantai dan bersedia menjelajah banyak hal, mau nanggepin keriweuhan emak selama di perjalanan. Terima kasih yah nak. Mari kita semangat untuk penjelajahan berikutnya. Love you.

Jelajah Santai Pantai Jabar Selatan: Pantai Cipatujah

Mari diskusi!

Blog Comments powered by Disqus.