Terrarium, Biarkan Lumut Hijaukan Ruangmu!

/ ngoprek, terrarium, desain / cocacolam

Dalam bahasa Indonesia sehari-hari, kita mengetahui lumut sebagai tanaman hijau yang suka menempel dimana tempat-tempat lembab dan seringnya dianggap kotor dan kumuh. Padahal dalam bahasa inggris ada dua jenis yang biasa kita anggap lumut, mold dan moss. Mungkin orang kita lebih banyak menyebut lumut sebagai mold. Padahal kedua tanaman tersebut serupa tapi tak sama, mold sebenarnya lebih dekat dengan keluarga jamur-jamuran bukan lumut. Kali ini kita akan bercerita tentang lumut-lumutanan yang disebut moss. Lumut sendiri macamnya wawww ada ribuan jenis, sangat bergantung kepada kondisi lingkungan tempat dia tumbuh. Sewaktu berjalan-jalan ke hutan, saya menjumpai 4-5 jenis lumut dalam satu lokasi, bahkan bisa saling bertumpuk. Luar biasa melihat bagaimana tanaman liar ini bisa tumbuh bersama pakis-pakisan dan beberapa jenis rumput. Maaf sebelumnya, pengetahuan saya tentang tanaman sangat minim, jadi saya tidak berani menyebutnya dengan bahasa yang lebih ilmiah.

Lumut adalah pelopor, garda depan kehidupan, ketika kerajaan tanaman, pindah ke daratan. Penanda jaman, penjaga waktu disetiap hamparan.

Lumut dapat bertahan hidup di dalam wadah, selama kelembabannya dapat tetap terjaga.

Lumut itu nyaris kekal, dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk tumbuh maka dia akan dormant, hanya musnah ketika adanya perubahan kondisi lingkungan secara ekstrim. Kalau dilihat bentuknya, sangat beragam, ada yang tinggi menjulang (dalam skalanya :D), ada yang rata menyebar. Keunikan karakter fisik dan kemampuan adaptasinya yang mungkin membuat lumut menarik untuk menjadi tanaman hias dan sepertinya berawal dari tradisi bonsai Jepang, sebagai topping bonsainya. Yang menurut wikipedia, lumut tumbuh di hutan-hutan sekitar kuil, menutupi tanahnya menjadi seperti karpet dan memberikan suasana yang tenang, age? (usia, mungkin berkorelasi dengan kebijakan) dan stillness (aduh yang ini entah bagaimana mengekspresikannya dalam bahasa indonesia, tapi mungkin seperti berada dalam ruang nir-waktu).

Dalam Terrarium

Tanpa perlu terlalu rumit memikirkan filosofi lumut dalam tradisi berkebun orang-orang Jepang, keunikan lumut dengan beragam bentuknya dapat dirangkai untuk membuat miniatur bentang alam dalam ekosistem buatan. Wadahnya tanpa perlu repot, cukup botol-botol bekas ataupun toples kaca yang bening. Selama ekosistem tersebut dapat kita modifikasi kelembabannya, lumut dapat tumbuh dengan baik.

Sebagai contoh, saya memanfaatkan botol bekas Yusi-1000 yang sudah dicuci bersih. Lalu masukan beberapa media yang digunakan sebagai tempat tumbuhnya lumut, dalam urutan dari bawah ke atas:

  1. Pasir Halus atau Karbon Aktif,
  2. Bebatuan Kecil seperti Batu Hias Aquarium,
  3. Pasir Halus atau Sophagum,
  4. Tanah atau Sabut Kelapa
  5. Lumut

Mengenai urutan tersebut cukup banyak referensi lain yang masing-masing memiliki urutan tersendiri, namun gunakan kreativitas anda untuk membuat lapisan-lapisan tersebut, supaya setiap lapisannya dapat menjadi bagian dari unsur estetika keseluruhan. Selama kita dapat menjaga kelembaban dalam wadah, maka media apapun dapat kita gunakan.

Lalu jenis lumut apakah yang dapat kita gunakan? Jenis apapun bisa saja digunakan, baik itu dari bawah pohon rindang, dinding selokan, maupun mengambil dari tanah di hutan. Untuk lumut yang berada di perkotaan biasanya tidak terlalu tebal sehingga membutuhkan media yang lebih lembab, sementara jika kita mengambil lumut segar dari dalam hutan di gunung, biasanya lumut yang tersedia sudah berumur dan tebal. Masing-masing memiliki keunikan untuk diaplikasikan kedalam komposisi nantinya, untuk awalan, mungkin ada baiknya memanfaatkan bahan yang mudah didapat saja.

Kebanyakan gaya terrarium lumut yang saya amati, mengadopsi gaya miniatur, yaitu merekonstruksi bentuk bentang alam kedalam sebuah miniatur dalam wadah kaca. Bentuk lumut yang dapat menyebar seperti karpet dapat merepresentasikan hamparan rerumputan, ada yang dibuat menyebar rata atau dbuat berkontur, seperti kondisi asli di habitatnya. Beberapa menambahkan objek-objek seperti batu, dan model benda-benda untuk menegaskan bentuk miniatur. Pembuatan miniatur biasanya membutuhkan wadah yang agak besar, untuk memudahkan penataan. Ada pula yang merekonstruksi bentuk hutan, kebun dan peternakan, serta yang lainnya. Sampai disini kreatifitas andalah yang menjadi batasan. Jadi silahkan mulai menyiapkan toples kosong dan amati tempat-tempat lembab dan teduh di sekitar rumah anda, siapa tahu bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menggugah kreativitas kita.

Jikalau tertarik dengan Terrarium, lumut dan bonsai, silahkan kunjungi sang inspirator ^^ di instagram @moistphere, sebuah komunitas seni lumut yang berkumpul di Bandung.

Selamat Melumut!

Ch6. Tutorial Melukis Galaxy dengan Cat Air

Mari diskusi!

Blog Comments powered by Disqus.