Jelajah Curug Cilengkrang

/ tamasya, bandung timur, aktivitas / lai

Sebagai keluarga muda, sekitar 1,5 tahun yang lalu kami mencoba memberanikan diri untuk mandiri pindah dari rumah orang tua ke rumah sendiri di sekitar ujung berung. Awal kami pindah, kami sempat bingung karena merasa sangat jauh dari suasana kota, jauh dari mall, dan setiap kali weekend berujung hanya stay di rumah. Sampai akhirnya kami iseng mencoba searching “wisata bandung timur” dan muncul Curug Cilengkrang. Modal nekat pakai motor dan bekal g-maps akhirnya kami menemukan curug ini. Mengambil jalan dari jalur belakang alun-alun ujung berung sampailah kami disini

Udara disini ternyata tidak kalah sejuk dengan udara lembang lho. Masuk gerbang pertama kali langsung disuguhi dengan kabut tipis dan udara yang super sejuk. Dari tempat parkir motor kami bisa berjalan menjelajah sedikit hutan pinus dan jalan setapak bebatuan untuk mencapai curug cilengkrang. Jaraknya menurut penjaga gerbang sekitar 2 km menanjak. Mikir-mikir tampaknya pendakian 2 km bukan mainan ringan buat kami yang jarang olah raga…heehhe…akhirnya kami pun memutuskan untuk jalan-jalan santai saja sekitar hutan pinus dan menyusuri sungai kecil sekitar 500 m dari gerbang depan. Di curug cilengkrang ini terdapat 7 curug. Kami hanya sampai menyusuri 2 curug pertama.

Sungainya tidak besar, tapi airnya jernih. Cukup untuk lentera bermain air. Tidak puas bermain air, pada pertemuan kami ke-2 dengan curug ini, kami mencoba jalur pendakian bukit yang cukup terjal. Jalur ini berbeda dengan jalur pendakian untuk ke curug. Nah yang ini baru deh lumayan capek…apalagi untuk lentera yang mudah tertarik dengan stimulus baru..perjalan mendaki bukit yang harusnya bisa selesai dalam 15 menit pun menjadi 30 menit. Setiap kali melewati benda baru, pasti harus berhenti, bertanya, mengamati, sampai puas. Mulai dari sekedar daun, belalang, capung, batu, bahkan tanah pun di komentari. Tapi perjalanan mendaki pun terbayar dengan melihat pemandangan bandung yang aduhai…pencapaian luar biasa bagi kami, terutama bagi lentera yang sebagian besar pendakiannya tidak dibantu kami.

Bagi kami ber-HIKING-ria termasuk pengalaman yang baru. Setelah mencobanya, bagi kami hiking dapat diartikan perjalanan penjelajahan yang juga tidak semata-mata berjalan kaki, namun memaknai setiap pengalaman unik yang kami lalui. Hiking sendiri berarti kegiatan outdoor yang terdiri dari berjalan di lingkungan alam. Hikingadalah suatu bentuk latihan dan rekreasi yang menyehatkan. Hiking juga merupakan olah raga rekreasi yang sangat cocok untuk anak-anak. Ternyata kegiatan hiking banyak sekali manfaatnya untuk anak, ini adalah 10 manfaat yang kami rasakan untuk lentera setelah kami ajak hiking, yaitu:

  1. Meningkatkan konsentrasi
  2. Melatih keseimbangan, ketangkasan, dan daya tahan fisik anak
  3. Meningkatkan kepakaan anak terhadap lingkungan
  4. Meningkatkan kelekatan anak dan orang tua
  5. Memperluas wawasan, kosa kata, dan minat anak terhadap alam
  6. Mengajarkan disiplin
  7. Meningkatkan kemandirian
  8. Melatih kebersamaan dan berbagi
  9. Sarana bersenang-senang
  10. Meningkatkan keberanian dan inisiatif untuk mencoba hal yang baru.

Perjalanan yang super menyenangkan, udara sejuk, air sungai yang segar, pendakian yang menantang, dan pemandangan yang tak pernah bisa dibayar kalau jalan-jalannya di mall atau di kota. Lelah? Iyah pasti…tapi pengalaman yang seru ini wajib untuk diulang. Sudah 5 kali kami mampir di curug ini dan kami tidak pernah puas untuk terus menjelajahinya.

Jelajah Santai Pantai Jabar Selatan: Pulang

Mari diskusi!

Blog Comments powered by Disqus.