Jelajah Perkemahan Batu Kuda

/ tamasya, bandung timur, aktivitas / lai

Masih soal hiking, setelah beberapa kali menjelajahi curug cilengkrang, aktivitas bermotor menyusuri ketinggian daerah bandung timur yang dingin menjadi rutinitas kami setiap weekend. Beneran asli jadi ketagihan deh. Sekedar melihat-lihat sawah, bukit, atau sungai menjadi pelepas penat dari hiruk pikuk perkotaan seputar bandung dan Jatinangor yang setiap hari kami lewati. Kali ini kami ingin mencoba sensasi yang lain, yaitu mencari tempat wisata yang cukup terkenal sebagai tempat berkemah di kaki Gunung Manglayang, yaitu Batu Kuda. Konon katanya tempat ini bagus banget hutan pinusnya, bagus juga buat trekking, dan banyak juga yang berkemah disini. Seperti biasa bermodal nekad, motor vespa kuning yang setia, dan g-maps, kami mengambil jalan raya cipadung dan sampailah kami di perkemahan batu kuda.

Diberi nama situs batu kuda karena konon dahulu kala ada seekor kuda yang bisa terbang dengan cepat. Kuda itu berasal dari Gunung Kidul dikenal dengan nama Kuda Semprani/ Kuda Sembrani. Nah, ketika si kuda ini sedang melintasi Gunung Manglayang, saat dalam perjalananya dari Cirebon menuju Banten. Tiba – tiba kuda tadi terjatuh, dansang kuda kemudian terperosok disebuah tempat yang berada tidak jauh dari titik sanghiyang (artinya kaki gunung). Kuda itu terjebak dalam waktu yang cukup lama, sehingga membuat tempatnya terperosok berubah menjadi kubangan. Diceritakan dalam mitosnya, lambat laun kuda tadi lalu berubah menjadi batu.

Ternyata kalau weekend lumayan rame juga tempat ini. Masuk-masuk sudah disuguhi jalan menanjak bebatuan besar, yang artinya emak dan lentera harus turun dari motor dan berjalan kaki sampai ke gerbang kedua. Masuk wilayah perkemahan, saya langsung terpana, pertama karena banyak orang, yang kedua banyak yang kemping, yang ketiga banyak yang pasang hammock ternyata disini, dan yang keempat ada kegiatan yang pakai soundsystem. Hehehehe. Sensasinya beda deh dengan curug cilengkrang yang sunyi sepi dan romantis. Situs batu kuda lebih kerasa sebagai tempat wisata.

Jalan sedikit, kami menemukan pemandangan yang hemmmm…gimana yah…mirip dengan tempat-tempat yang suka dipakai orang untuk poto pre-wedding. Berjajar pohon pinus, udara dingin, langit biru, jalan setapak, dan kabut tipis di pagi hari.

Menepi di salah satu pohon, kami makan bekal dari rumah. Ceritanya sarapan yang kesiangan…hehehe. Oia, hati-hati bagi yang gak suka anjing, disini ada beberapa anjing liar yang ngintipin orang lagi makan, tapi anjingnya baik kok. Sehabis makan, kami jalan-jalan santai sekitar hutan pinus, lari-lari bisa bebas disini. Lentera enjoy banget disini bisa lari-lari tak berbatas dan gak takut jatuh karena permukaan tanah empuk dan berumput. Sehabis puas lari-lari, kami memilih trekking seperti orang-orang ke tempat situs batu kuda. Katanya sih dari gerbang kedua tidak jauh. Mari kita coba lihat…hehehe…trek yang dilalui susah-susah gampang sih. Kalau dibanding jalur mendaki di curug cilengkrang ini lebih mudah, karena landau dan tidak banyak rintangan. Tapi yah namanya juga trekking bareng tera yang super penasaran sama segala hal, jadi perjalanan yang harusnya 30 menit pun menjadi 1 jam.

Hehehehe…Jarak yang ditempuh sekitar 3 km jalur landai berbatu untuk bisa sampai ke situs batu kuda. Keuntungan jalur batu kuda ini bagi hikers pemula dan anak-anak adalah jalurnya yang mudah, tidak banyak berbatu, relatif landai, dan cukup menarik karena melalui beberapa jalur vegetatif yang lebih kaya daripada jalur curug cilengkrang. Sesampainya disana rasanya legaaaaa….ngos-ngosan banget sih iya…tapi lentera dan bapak superb…keliatan heppi banget dan gak ada capeknya. Sayangnya beberapa marka jalan dan situs batu kuda ada yang corat-coret…duhhhh..mohon untuk yang berwisata kesini..please jangan tinggalkan sampah dan jangan corat-coret yah.

Ini adalah beberapa tips dari kami untuk berwisata ke bumi perkemahan batu kuda :

  1. Bawa bekal makan dan air minum dari rumah, karena yang jualan cuman jual mie instant, gorengan, teh, kopi dan makanan ringan
  2. Gunakan sepatu olah raga atau sepatu gunung karena trek sangat licin kalau musim hujan dan berdebu kalau musim kemarau.
  3. Jangan lupa bawa plastik atau kantong untuk simpan sampah. Ingat jangan buang sampah sembarangan yah.
  4. Bawa topi dan jas hujan, biar gak kepanasan atau gak kehujanan. Lebih simpel kalau punya jaket waterproof lengkap dengan tutup kepala.

Selamat hiking semuanya.

Jelajah Curug Cilengkrang

Mari diskusi!

Blog Comments powered by Disqus.